Labil

Judulnya gini banget ya? tapi maaf, ini hanya ungkapan kebingungan tentang diri sendiri. walaupun banyak juga sih yang bingung denganku. Terutama, ibu dan adekku. Secara, merekalah yang paling dekat denganku. Dan aku sendiri bukan orang yang bisa tertutup dengan ibu dan adekku itu. Apapun yang tarjadi sama aku, entah itu perasaan kesal, senang, sedih, atau marah, mereka akan menjadi orang pertama yang mendengar kisah-kisahku. ƔάϞƍ membuat mereka, bahkan juga diriku sendiri, berfikir tentang kelabilanku adalah kenapa di umur segini lebih memilih film kartun untuk tontonan akhir pekannya bersama keluarga, suka boyband korea yang bagi sebagian orang aneh :D, bisa tahan nonton bola sampai malam, tapi tidak dengan sinetron romantis sekalipun. Bukan hal yang aneh bukan? tapi orang – orang disekitarku menganggap sedikit aneh untuk gadis seumurku. Mereka akan sangat senang kalau ada temanku yang datang berkunjung ke rumah saat akhir pekan. Daripada melihatku nonton kungfu panda dan lanjut ke bola. Banyak alasan yang mereka bilang waktu aku bertanya kenapa. Pertama, mereka jadi tidak bisa nonton sinetron favorit mereka, yang menurutku terlalu mendramatisir isinya. kedua, mereka bener-bener jenuh mengikuti pertandingan bola yang katanya “kenapa bisa seramai itu ya, ngelihat orang berebutan bola?”. Ketiga, alasan yang sengaja dibuat-buat untuk semakin memojokkanku, mereka takut aku kebablasan menyukai permainan bola dan pemainnya atau personil boyband korea. Mereka bilang begini, “gimana mau cari calon suami kalau kerjaannya antara kerja, nonton sepak bola, atau mantengin boyband korea?” absurd banget deh ditambah, haruskah Alasan seperti itu disebutkan? Dan akhirnya aku merelakan tim kesayanganku main tanpa support dariku *abaikan.

Oke, saatnya pengakuan. Terkadang, aku sendiri juga merasa bahwa saya masih sangat labil. kadang bisa bersikap dewasa, kadang juga bisa bersikap kekanak-kanakan. Bukan masalah moody. Tapi lebih ke hobby dan waktu untuk diri sendiri. Aku juga masih mengeluh tentang pekerjaan dan teman-teman baruku ƔάϞƍ masih belum bisa menerimaku. Aku juga masih menangis apabila ada perkataan temanku ƔάϞƍ menyinggungku secara sengaja. Dan ibuku lah satu-satunya ƔάϞƍ berusaha menguatkanku. Namun lebih banyaknya mengomporiku. “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ menyuruhku bersabar atau mungkin menyuruhku keluar. Beliau tidak ingin aku merasakan sakit hati. Beliau juga tidak ingin melihatku terjatuh saat aku berjalan di jalan kerikil. Tapi justru hal itulah ƔάϞƍ sepertinya membuatku tidak menjadi lebih dewasa. Tapi dalam mengambil sebuah keputusan atau dalam memecahkan sebuah perkara, bisa dibilang aku lebih dewasa daripada ibu aku sendiri.

jadi, pertanyaanku adalah, apakah orang dewasa tidak boleh mengeluh? Apakah orang dewasa tidak boleh menangis? Apakah orang dewasa tidak boleh merasa nyaman dan tenang? Haruskah kita berada di sebuah masalah untuk mendewasakan jiwa kita? Bagi ƔάϞƍ mau menjawab monggo dijawab. “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮, sebelumnya makasih atas jawaban semuanya. ^^

Pati, pojok ayunan^^

Teman…

2 tahun nggak update tulisan di sini. Kalau menjelaskan alasannya, nggak akan cukup 1 postan ini. Tapi yang paling pasti, karena lupa passwordnya setelah ganti hp. Klise.
Sangking banyaknya apa yang mau ditulis, jadi bingung sendiri sekarang mau nulis yang mana. Kebanyakan semedi juga nggak terlalu bagus ternyata. Hehehe. Oke langsung ke intinya saja.
Barusan aja ada seorang teman yang curhat tentang temannya dan juga kisah putus cintanya. Terkadang sebagai teman, kita terlalu berani memberikan kritik bukan saran. Sedangkan kita sama sekali tidak tahu bagaimana dia, teman kita itu, menjalani kehidupannya. Seperti misalnya, kita bilang dia sudah berubah. “Kamu nggak kayak dulu lagi, kamu berubah menjadi seperti ini..” itu kata – kata yang biasa saja mungkin. Tapi itu merupakan kritik yang cukup membuat temanku syok. Sebagai teman, kita hanya tahu garis besar kehidupan dia, nggak se-detail yang dia jalani. Proses pendewasaan setiap orang berbeda2. Jadi kalau memang dia berubah menjadi seperti sekarang, kita hanya perlu mendukungnya menjadi lebih baik lagi. Yang menjalani lah yang tahu kenapa
dan bagaimana dia harus bersikap ke depannya. Kita yang hanya sebatas teman, atau mungkin sahabat, hanya bisa melihat dirinya yang sudah terbentuk menjadi pribadi yang sekarang.
Teman, dan juga diri sendiri, perubahan itu pasti. Karena kita tidak mungkin tetap menjadi anak-anak. Kita menjalani proses pendewasaan secara terus menerus. Bukan hanya saat usiamu 19 menuju 20. Atau usia 20 menuju 30. Setiap harinya kita selalu diuji dengan banyak masalah. Aku pernah mendengar “Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan”. Apa yang orang lain jalani, kita belum tentu menjalaninya. Jadi, jangan hanya melihat apa yang terjadi saat ini saja. Karena prosesnya, mungkin bisa membuat kamu lelah.
Munkin tulisan ini sedikit membingungkan. Tapi semoga ini bisa membuat kita lebih introspeksi diri sendiri. Mengkritik bukanlah hal yang salah, tapi alangkah baiknya kalo kita bukan hanya mengkritik tapi juga memberi saran. 🙂

Yang Mana Pilihanmu?

Beberapa waktu lalu ada seorang teman ƔάϞƍ bingung menentukan pilihannya untuk menjadi pacarnya. Ada 2 orang pria ƔάϞƍ mendekati dia. ƔάϞƍ pertama, orangnya supel dan sering bercanda dan bisa bikin temanku tertawa. ƔάϞƍ kedua, orangnya cakep, wajahnya bersih, mulus (∂ķΰ aja kalah.. “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮). Dan orangnya juga romantis banget (katanya). Jadi, sekarang temanku ini sedang galau2nya menentukan pilihan dan tanya sama aku, siapa ƔάϞƍ harus dia pilih.
Kalau dipikir2 sih, semuanya punya hal ƔάϞƍ baik2 yg bisa kita jadikan referensi. Tapi, ƔάϞƍ aku tanyakan, kenapa kriterianya bukan ƔάϞƍ muslim, sholeh, dan ulet serta tanggung jawab ya? Eh, ini mah kriteria calon suami ya?? “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ Dan mungkin kriteria kedua calon pacarnya itu hanya sebagian ƔάϞƍ ϑΐa ketahui. Dan berhubung dia tanya ke aku, jadi ∂ķΰ juga harus menjawab. Jawaban utamaku pastinya tergantung hatinya. Siapa dari kedua pria itu ƔάϞƍ dia sukai, dan membuat dia nyaman. Dan jawabanku ƔάϞƍ kedua, aku akan lebih memilih pria pertama. Karena menurutku orang ƔάϞƍ bisa membuat kita tersenyum atau bahkan tertawa bersamanya adalah orang ƔάϞƍ bisa membuat kita nyaman saat bersamanya. Dan aku rasa, untuk umur segini hal-hal ƔάϞƍ romantis itu sedikit agak ketinggalan jaman. Yaaah,, ini hanya pendapatku. Hal-hal romantis setahuku seperti saat ada seseorang ƔάϞƍ datang saat jam istirahat sekolah hanya untuk melihat kita dan bilang ‘love u’. Atau menjemput dan mengantarkan kita pulang. Memberi hadiah boneka saat kita ultah. Atau sms dengan rayuan ƔάϞƍ iuuuhh banget. Dan aku rasa itu hanya akan terjadi saat kamu masih remaja dan bukan usia dewasa (ehem). Tapi kembali lagi kepada siapa kita harus menyerahkan hati kita. Ah, bicara cinta bukan kemampuanku. Karena ∂ķΰ juga bingung dengan rasa ƔάϞƍ disebut cinta itu. Kalau kamu teman, mau pilih ƔάϞƍ mana?? ^^

Tikus!!!

Yup! bintang utama postingan kali ini si tikus. hayoo,, siapa penggemar si Jerry ini? hmm, bisa dibilang, saya adalah penggemar tokoh kartun ini. Setiap hari sabtu dan minggu, sering banget nonton mereka. Sangat terhibur dengan tingkah kocak Tom & Jerry itu. Masih banyak lagi sih tokoh kartun tikus yang nggak kalah lucu. Siapa sih yang nggak kenal Micky mouse juga remy si tikus yang pintar memasak di film ratatouille. Mereka imut banget kan, ditambah kocaknya tingkah laku mereka, pintarnya mereka mengelabui kucing ataupun manusia. Mereka juga bisa menjadi sahabat bagi manusia. Contohnya di film ratatouille. Si tikus remy itu membantu Alfredo linguini memasak makanan untuk tamu restoran Gusteau. Sepertinya persahabatan tikus dan manusia adalah suatu yang lumrah di dunia per-kartunan. *bahasa apalah ini.

Ngomongin persahabatan tikus dan manusia di dunia kartun, kenapa nggak bisa di dunia nyata ya? Dan aku adalah salah satu manusia yang nggak bisa bersahabat dengan tikus dunia nyata. Jijik banget dengan mereka. Gemes sih, tapi gemes pingin bunuh tuh tikus *sadis. Gimana nggak gemes? Sabun mandi masih banyak kadang-kadang tinggal separuh dengan bekas gigitan tikus hampir di semua tempat. terpaksa dibuang deh sabun yang tadinya masih banyak itu. Belum lagi makanan yang ada di atas kompor atau meja. Belum lagi suara yang sering kedengeran gubrak-gubruk di dapur. *mikir, lagi perang atau gimana ya si tikus itu? Yang paling bikin gemes, baunya itu loh.. paling nggak bisa tahan dengan bau yang entah tergolong apa namanya. Belum lagi kotoran mereka yang seperti penanda disitulah wilayah mereka.. Uuugghhh,, sebel banget. Banyak cara yang sudah aku lakukan untuk ngusir tuh tikus. Mulai dari taruh kapur barus, menjebaknya dengan jebakan tikus, atau hunting di seluruh rumah sambil bawa pentungan. Cara pertama sama sekali nggak efektif untuk ngusir mereka. Berhasilnya untuk mengurangi bau-bauan yang mereka buat. Cara kedua terbilang sangat efektif. Sampai sekarang ini sudah 4 atau 5 tikus yang terjebak di  jebakan tikus itu. tapi nggak tau kenapa sekarang ini sudah nggak efektif lagi. mungkin tikus-tikus lainnya sudah pintar belajar dari kesalahan teman-teman mereka kali ya? Cara terakhir yaitu hunting sambil bawa pentungan. Ibu bawa kayu pegangan pel, aku bawa kayu bekas sapu yang sudah rusak, si adek bawa pipa besi. semua jalan menuju keluar sudah di tutup untuk memastikan mereka nggak akan kabur kemana-mana. terutama kedalam rumah. Pintu dapur ditutup biar tuh tikus nggak bisa masuk ke dalam rumah, dan hanya berkeliaran di dapur dan halaman belakang rumah yang memang nggak ada celah untuk kabur lagi. Pencarian pun dimulai dari bawah kompor, kulkas, meja dapur, dan dibawah wastafel cuci piring. Saat mereka keluar, pentungan yang kami bawa akan mengarah ke mereka. Walaupun sambil naik ke kursi yang sudah kami siapkan biar nggak bersentuhan dengan mereka atau bahkan kena cakaran mereka. ibu yang memang sudah gemes sama tikus-tikus itu, nggak naik ke kursi. Alhasil tuh tikus lari ke arah kaki ibu dan mencakar kaki ibu. saking gelinya sama tuh tikus ibu mau mukul tuh tikus yang ada di kakinya eh, malah kena kaki ibu sendiri. Bengkak deh. akhirnya yang meneruskan pemburuan tikus di hari berikutnya adalah aku dan adekku. Tapi lebih banyak akunya. soalnya setiap tikus itu kelihatan keluar dari sarangnya adekku langsung teriak sambil lari masuk ke dalam rumah dan tutup pintu. Aku sendiri yang harus ngejar sambil sebentar-sebentar loncat ke atas kursi. Serrruuu banget klo pas mau ketangkap. Jadi merasa akulah si Tom. hehehee…. Mungkin juga tetanggaku yang denger kami bertiga teriak-teriak memburu si tikus pada terganggu. Maaf ya, membuat kegaduhan nggak pagi buta, siang, atau malam hari. Hasil dari buruan langsung di bunuh dan dibuang sejauh mungkin. yang paling aku suka saat pukul2 tuh tikus, ibu selalu bilang, “hmmm kamu, mati kan? kamu nakal sih? gemes jadinya sama kamu… ” hahahaha,, ibuk mendalami banget peran si Tom.. sekarang tikus dirumah udah nggak kayak dulu lagi. masih ada 1 sih. dan aku bakal pakai cara ke empat. racun tikus yang racunnya bikin tikus itu mati tanpa ninggalin bau. Nama racunnya kurang tahu. si adek yang hafal. nanti malam akan jadi malam terakhir untuk tikus terakhir. Haahahaha *tertawa dengan jahat. 😀

Nah, buat kalian-kalian yang dirumahnya juga punya banyak tikus. Saranku sih, pakai cara yang keempat saja. lebih aman dan tidak miris membunuh mereka dengan tanganmu sendiri. *mikir, dosakah ya Allah?? ^^

Musik dan Kita

Tadi sore sambil masak buat berbuka, aku dengar sayup-sayup suara musik diputar dari arah tetangga. Keroncong. ya, itulah lagu yang terdengar dari rumah tetanggaku. Setelah kudengar baik- baik, sepertinya musik keroncong itu asyik juga. Aku suka bagian alat musik tradisional yang mengalun diantara gesekan biola. Entahlah, tiba-tiba saja aku mengikuti alunan musiknya. Walaupun perut sedang keroncongan, tapi mendengar musik keroncong ternyata tidak membuat perutku menjadi lebih keroncongan hehehe (halah *abaikan). Dari yang aku tahu, keroncong adalah musik yang identik dengan jaman dulu. Dan penikmatnya semakin sedikit dari hari ke hari. Walaupun terkadang ada yang mengadakan hajatan besar seperti khitanan ataupun pernikahan menggunakan musik keroncong, namun sebagian dari mereka hanya mengikuti tradisi bukan untuk benar-benar menikmati. Bahkan aku sewaktu masih duduk di bangku SMP atau SMA (lupa) pernah membicarakan tentang tradisi memanggil organt tunggal digantikan dengan memanggil sebuah band bersama sahabatku Eka Sylvia. karena menurut kami pada saat itu, keroncong, campur sari atau dangdut sangat kalah keren daripada sebuah band. Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak anak di luaran sana yang berfikir sepertiku. Tapi sekarang, kami sepertinya berubah fikiran. Sahabatku Eka sangat suka menembangkan campursari sekarang ini. Kadang juga keroncong campur sari, atau dangdut sekalipun. Dan aku, tetap sebagai penikmat yang memang sangat tertarik dengan jenis musik tersebut. seperti ada darah “Tua” yang mengalir. Dan merasa bahwa pergeseran jenis musik ini disebabkan karena usia. Tidak semua orang yang lebih tua dariku menyukai jenis musik tersebut. Aku masih suka mendengar musik rock, pop, jazz. Tapi dangdut, keroncong, campur sari sekarang masuk kedalam daftar play list ku. Terkesan tua? Ya, memang sudah beranjak tua sih. Tapi bukan lantaran tua, aku jadi menyukai jenis musik tersebut. Sepertinya lebih karena cinta Indonesia. Setiap dengar lagu bengawan solo dan keroncong kemayoran jadi berasa, oh Indonesiaku.. hehehe,, sedikt merasa bahwa jenis musik ini adalah jenis musik yang Indonesia banget. Ditambah lagi musik keroncong sekarang ini bisa dijadikan satu dengan musik hip-hop, pop, rock, atau yang menurut kita keren. Walaupun sangat lambat mencintai musik keroncong ini, aku tetep bangga bersenandung kecil dengan musik keroncong. Musik keroncong bukan hanya milik kakek-nenek, atau bapak-ibu. Kita juga bisa kok, kalau kita tahu dimana letak seni dari musik keroncong. Pokoknya, selamat menikmati musik kalian. Dan satu hal lagi, Selamat Menjalan Ibadah Puasa.. >^.^v<

 

 

Portugal Vs Spanyol

nah, lagi panas-panasnya nih perbincangan tentang Uefa Euro 2012. Karena masih terbawa semangatnya, aku coba tuliskan disini pertandingan semalam. ini tulisan pertamaku tentang bola di blog ini. sebenernya pingin nulis di facebook atau twitter. Tapi karena saking banyaknya uneg-uneg yang mau aku tuliskan, jadi sepertinya nulis disini bisa sedikit banyak mengeluarkan uneg-unegku.. hehehe,,

Pertandingan semalam bisa dibilang sangat sengit. walaupun cukup melelahkan dan sedikit membosankan. Permainan negara Spanyol memang sangat rapi dan teratur, tapi sayang closing mereka masih kurang bagus. ditambah lagi pertahanan Portugal yang begitu baik. Beberapa kali kesempatan untuk mencetak goal terbuang. Tapi bukan hanya Spanyol yang membuang kesempatan berkali-kali. tim dari negara Portugal juga tidak bisa membuat gawang iker casillas terbobol. Beberapa kali kesempatan tendangan bebas yang dilakukan oleh Crishtiano Ronaldo pun tidak membuat gawang negara Spanyol terbobol. semua tim sangat bekerja keras demi mendapatkan kesempatan menggiring bola. Beberapa kali wasit harus mengeluarkan kartu kuning dalam pertandingan tersebut. pada awalnya aku sangat bingung kenapa tidak ada Cesc Fabregas *my love #abaikan! dan Fernando Torres tidak diturunkan di pertandingan ini. tempat mereka justru diisi oleh Alvero Negredo. Tak tik Mr. bosque (pelatih timnas Spanyol) untuk tidak menurunkan striker murni tidak berjalan baik. Nyatanya, portugal sangat mengimbangi permainan Spayol. Dan akhirnya pada babak kedua, Fabregas diturunkan. Walaupun permainannya masih kurang maksimal. tapi aku tahu semua pemain dari kedua negara tersebut bekerja sangat keras. sampai pertandingan selesai, tidak ada satupun dari kedua negara yang berhasil membobol gawang masing-masing lawan. babak pertambahan waktu juga tidak berhasil membuat salah satu dari kedua negara tersebut memenangkan pertandingan. Jadi drama adu pinalti pun terjadi. di adu pinalti ini, kegagalan Joao Moutinho dan Bruno Alves dalam mengeksekusi bola membuka peluang Spanyol untuk menang. Dan… eksekusi terakhir dari Fancesc Fabregas, membuat kemenangan Spanyol menjadi nyata. (horeeeee) 2-4 untuk Spanyol.

hmmm,, maaf ya kalo sedikit membingungkan. Soalnya aku bukan komentator yang bener-bener ngamatin jalannya pertandingan. aku juga menulis ini dengan sudut pandang penggemar Timnas Spanyol. Yang paling menyebalkan adalah, adekku ita, yang rencananya mau ikutan nonton malah molor. Babak pertama dia ikutan nonton dengan setengah mata terpejam. aku sering noleh ke dia dan tanya, “masih nonton nggak ta?” dan selama dia bilang “masih”, maka setengah mata terpejam itu bener-bener masih melek ternyata. soalnya dia melek atau merem juga sama aja. hehehe… Tapi babak kedua, dia sama sekali nggak mau buka mata. molorrrrrr selama pertandingan babak kedua dan pertambahan waktu. Waktu aku bilang, “Fabregas mau eksekusi bola ta!” dia langsung aja bangun dan ngelihat hampir 20 detik. Terus tanya, “Spanyol menang kak?”. huuufffttt… “IYA!!!!!!” dengan muka bantal dia lanjut bertanya, “Fabregas yang ngegoalin kak?” bikin makin sebel. “itu barusan adu pinalti!!!”. dan dia masih ngelanjutin sambil menata kembali bantalnya, “babak kedua udah selesai ya??” huwwwwaaaaaa… kenapa ikut nonton kalo nggak nonton sampai selesai??? tapi ya sudahlah. kasihan juga lihat muka bantalnya. belum lagi mata yang melek nggak, merem juga nggak. tapi karena selesai pertandingan pas memasuki waktu shubuh, shubuhan sekaligus, dan nggak tidur sampai siang ini. Karena kata orang tua, pamali habis shubuhan pergi tidur lagi. Nggak apa, nanti malam, aku bisa balas dendam untuk tidur lebih awal. Yang penting, Spanyol menang dan masuk ke Final… yeaaaaaaa……. ^o^

 

#tambahan

walaupun seneng karena Spanyol masuk ke babak Final, tapi sepertinya, masih belum bisa seneng sepenuhnya. apalagi lihat pertandingan semalam. sungguh pesimis, kalo bisa menang lawan Italia maupun Jerman. Tapi semoga mereka bisa memperbaiki tak tik penyerangan, terutama closing, dan tentu saja pertahanan nggak boleh lengah. semangat Spanyol!! ^o^

Susahnyaaaa……

#Curhat doang.

Beberapa kali aku buat tulisan di blog atau di buku. Terutama untuk ngisi katagori cerpen. Tapi setelah berjalan setengah tulisan, mampet deh ideku. Nggak selancar seperti main skateboard di jalan sepi. Terpaksalah tersimpan tuh tulisan di draft doang. Tanpa tahu kapan akan publish di halaman depan. Kalo dipikir-pikir, mungkin mampetnya ideku itu karena kurangnya aku membaca. Kurangnya pengetahuan tentang sesuatu itu juga bisa menimbulkan ide yang tadinya cemerlang, jadi mampet. Untuk menuliskan sesuatu, bahkan cerita fiksi sekalipun, harus mempunyai landasan atau dasar yang kuat. Apalagi kalau kita bisa melakukan riset terlebih dahulu untuk tuh tulisan. Pasti hasilnya akan lebih nyata dan bagus. Kendala yang sekarang kuhadapi adalah, mataku. Bukannya aku nggak tau kalau minus mataku sudah semakin bertambah. Tapi untuk memakai kacamata, rasanya sangat tidak nyaman. Banyak buku yang akhirnya hanya kebaca setengah, trus kesimpen, dan nggak tau kapan akan kubaca lagi. masalahnya, mata ini benar-benar nggak bisa diajak kompromi. Semakin banyak halaman yang kubaca, semakin mual dan pusing yang kurasa. *eheemmm. Serius, program makan wortel setiap hari yang sudah berjalan 2 hari juga nggak bisa berjalan lancar, karena mbak sri (penjual sayur keliling rumah) kadang bawa, kadang nggak. yaaah,, gimana lagi??? Nah lo, makin nggak jelas kan arah pembicaraannya. mulai dari nggak bisa nulis karena ide yang mampet, ide yang nggak berkembang karena nggak bisa banyak baca sekarang ini, nggak bisa banyak baca karena minus mata yang bertambah, nggak bisa menjalani program pengurangan minus mata karena wortelnya nggak ada, wortelnya nggak ada karena mbak penjual sayurnya nggak bawa. Karena udah semakin kacau dan ngaco arah pembicaraannya, jadi aku tutup aja sampai disini. Sekian. ^^

IMPIAN

hai.. hai… sudah lama nggak update tulisan baru di blog ini… *bersihin sarang dan tiup debu*. Belakangan ini suka banget nonton film atau drama yang kami (aku dan teman sekantor) pinjam dari ultra disc rental. Walaupun film dan dramanya sedikit terbilang lama, tapi lumayanlah buat hiburan dikantor pas lagi sepi. Dari film yang kami tonton, banyak hal yang bisa kami ambil hikmahnya. Bukan hanya romantisme saja, tapi ada juga tentang persahabatan, keluarga, impian dan harapan, serta edukasi. Berhubung kemarin baru aja nonton film yang ngomongin masalah impian, jadi aku bawa topik itu kemari.

Berbicara tentang impian, apa impian kamu? sudah tercapaikah? atau masih di jalan menuju impian tersebut? Setiap orang mempunyai proses yang berbeda – beda dalam mencapai impian itu. Ada yang mudah walaupun masih harus tetap berjuang, ada juga yang susahnya sampai menthok. Bagi yang sudah sejengkal lebih dekat atau bahkan sudah menapaki jalan yang dulu kalian impikan, pasti kalian merasa bangga, puas, bahagia, dan merasa sedikit beruntung. Teringat kembali jalan yang pernah kalian tapaki, kadang lelah, kadang ingin menyerah, namun kalian ingat bahwa ini semua untuk sebuah impian. Kalian harus tetap melangkah apapun yang terjadi. bukankan impian itu sangat hebat? Sebagai contoh dari film yang aku lihat, pemeran utama adalah seorang preman yang bercita – cita menjadi seorang dokter. Lihat!! bahkan seorang preman yang suka sekali berkelahi saja mempunyai impian setinggi itu. Banyak yang meragukannya bisa mencapai impiannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menertawakan dan merendahkannya karena impian itu. Tapi tekad yang kuat bisa mengalahkan semuanya. Begitu juga dengan sang preman yang rela meninggalkan dunia premanismenya, mengubah sikap, gaya, serta persepsi semua orang tentang dirinya. Bahwa predikat yang disandangnya sebagai preman akan ditanggalkannya demi sebuah impian.

hmmm… sebuah kata ‘impian’ ternyata bisa mengubah sebuah dunia. Bukan hanya cinta saja kan? Kalau dipikirkan kembali, bagaimana kalau kalian tidak mempunyai impian? akankah kalian ada di jalan yang sekarang kalian tapaki ini. Bisa saja, karena kenyataan terkadang tidak membawa kita menuju impian kita. Lambat laun, impian yang dulu sangat diharapkan bisa berubah arah menuju impian yang lainnya. Tidak semua orang bisa meraih impiannya. Impian – impian itu terkadang harus kandas, atau terlepas dari genggaman, menguap bersama embun dan menghilang entah kemana. Banyak hal yang menyebabkan itu dapat terjadi. Tapi hal yang terjadi itu tidak patut dipersalahkan. Karena terkadang, impian kita itu tidak sama dengan yang seharusnya kita jalani. dan bertukar dengan impian yang lainnya. ehmm,, seperti kata – kata yang sering aku dengar dari ibuk “mungkin belum rejekimu nok, Allah punya rencana lain yang lebih baik daripada rencanamu. Atau Allah sedang mengujimu, sampai mana kamu berusaha menuju impianmu itu” 🙂  Benar, jalan menuju impian tidak semulus berjalan dijalan tol. Lalu apakah harus menyerah? tidak! selama kita masih bisa berusaha, maka berusahalah. Kalau ternyata pada akhirnya kita harus meninggalkan impian itu, paling tidak usaha kita akan menunjukan jalan yang lain. Tidak ada usaha yang sia – sia bukan?

Sekarang, apa yang kalian pikirkan tentang impian? Apa pengertian impian itu sendiri? loh.. sudah ngomong kesana kemari ternyata masih tanya juga apa pengertian impian… jadi, apa kalian tahu? menurutku sih, impian itu sebuah gambaran yang berasal dari setiap hati manusia tentang apa yang dia inginkan untuk masa yang akan datang. Lalu, apa kalian ingin tahu impianku? Tidak? Beneran nih?  Ya sudah, aku juga tidak mau memberi tahu kalian impianku. Yang pasti impianku tidak kalah besarnya dengan impian kalian semua. Walaupun sampai saat ini impianku masih belum terwujud, tapi aku masih percaya suatu saat aku akan mewujudkannya. Insya Allah. Dan impianku masih belum berubah kearah lain. Walaupun mungkin impianku itu menjadi impian nomer dua. Karena impian utamaku saat ini adalah membantu mewujudkan impian ibu dan adikku. Setelah itu, aku akan berjuang untuk impianku yang kedua. Do’akan ya… 🙂

“Don’t Stop, Can’t Stop, until we reach the top” ^^

Me Vs Feminine

Eiiittttzzz… jangan nuduh yang bukan-bukan dulu. Dibaca sampai habis, baru kamu tahu apa maksud judul diatas. Seperti yang di ketahui banyak orang. Kata “Feminisme” adalah suatu gerakan wanita yang memang pada dasarnya bergerak untuk memperjuangkan hak asasi wanita. Atau bahasa enaknya gerakan emansipasi. Siapa lagi tokoh yang terkenal dalam gerakan emansipasi, kalau bukan Raden ajeng Kartini. Masih banyak lagi sebenernya. Tapi itu PR yah buat kalian. Yang mau aku bahas disini adalah….

Continue reading

hujan…

Nggak terasa udah tahun baru aja. Belum ada postingan sejak akhir september lalu. Kesannya, tuan rumah blog ini pemalas banget ya? hehehe ( emang sedikit malas akhir – akhir ini). Sebenarnya, sudah banyak postingan yang siap di terbitkan, tapi masih tersimpan rapi di draft. Kegunaan dari apa yang kutulis tidak sampai di setiap kalimatnya. Makanya aku biarkan saja dulu untuk mencari ide yang lebih bermanfaat lagi untuk pembaca. Bukan!! bukan untuk pembaca sih sebenarnya, tapi lebih untuk diriku sendiri. Seperti asal mulanya adanya blog ini. Lebih untuk mengingatkanku tentang pelajaran apa yang bisa aku dapatkan selama ini. Seberapa besar perubahan kata-kata yang dapat menjadikanku lebih dewasa. Nah, terlalu panjang pembukaanku dengan berbagai macam alasan mengapa tidak lagi menulis. hehehe,, maaf,,

Continue reading